Senin, 12 Januari 2015

Menentukan Rapat Benda Padat [PRAKTIKUM FISTER]


PERCOBAAN M5
Menentukan Rapat Benda Padat

Praktikan :

Rifka Widya A
21010114060013
Caroline Maurensia Y.PN
21010114060014
M. Ikbal
21010114060015
Banu Sukarna
21010114060016
Suci Nurani Safitri
21010114060018
  
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2014




PERCOBAAN M5
Rapat Benda Padat
 
I. Maksud percobaan:

Menentukan rapat benda padat


II. Alat yang dibutuhkan:
1. Neraca dengan batu timbangan
2. Balok marmer dan balok kayu
3. Dingklik
4. Jangka sorong
5. Micrometer sekrup
6. Gelas piala

Teori percobaan:
Rapat suatu benda yang tidak homogeny didefinisikan sebagai massa persatuan volume.


dimana dm dinyatakan eemen massa pada suatu titik pada benda itu dan dv volume elemen massa itu, sedang ρ rapat benda pada titik yang ditinjau.
Satuan rapat dalam system c.g.s adalah gram/cm3
Untuk benda yang homogen karena untuk volume tertentu massanya selalu sama, definisi rapat benda menjadi:
 

dimana:
m         = massa total benda
v          = volume benda seluruhnya

dapat juga kita memakai Hukum Archimedes untuk menentukan rapat suatu benda. Menurut hokum ini kehilangan berat suatu benda di dalam suatu cairan sama dengan berat cairan yang dipindahkan. Jadi kehilangan berat =  ρ cairan × v banda × g

dimana:
g          = percepatan gravitasi 




maka:




dapat ditentukan kalau massa benda kehilangan berat dan rapat cairan diketahui

Cara melakukan percobaan:
Cara pertama:
1. Balok kayu ditimbang dengan neraca.
2. Kemudian panjang dan lebar balok diukur dengan jangka sorong beberapa kali pada tempat-tempat
    yang berlainan.
3. Tebal balok diukur dengan micrometer sekrup juga beberapa kali pada tempat yang berbeda-beda.
4. Dengan pemakaian rumus (2) dapat dihitung rapat ρ.

Cara kedua:
1. Balok marmer digantungkan pada ujung lengan neraca dengan kawat tembagakemudian ditimbang.
    Bacalah massa balok.
2. Kemudian dingklik diletakkan di bawah balok melangkahi piring neraca, sedemikian hingga
    dingklik tidak turut tertimbang.
3. Gelas piala diisi dengan air.
4. Kemudian gelas piala diletakkan di atas dingklik.
5. Balok marmer dicelupkan ke dalam aie gelas piala sedemikian hingga volume balok berada di             dalam air.
6. Karena adanya kehilangan berat neraca tidak setimbang lagi, kemudian neraca dibuat setimbang dengan meletakkan batu timbangan pada priring neraca di bawah dingklik. Bacalah kehilangan berat balok.

Data Percobaan
Cara pertama dengan memakai balok kayu
Massa (gr)
Panjang (cm)
Lebar (cm)
Tebal (cm)
23,15
5,225
2,99
2,30
23,20
5,25
2,98
2,32
23,15
5,225
2,99
2,30


Cara kedua dengan memakai balok marmer
Massa Benda (gr)
Kehilangan Berat (gr)
91,700
33,700
91,750
33,650
91,700
33,600

ρ cairan =  0,992571 gr/cm3




Perhitungan:
A. Perhitungan Balok Kayu

V = p . l . t

Percobaan 1: V = 5,25 × 2,99 × 2,30 = 36,104 cm3

Percobaan 2: V = 5,25 × 2,98 × 2,32 = 36,296 cm3

Percobaan 3: V = 5,225× 2,99 × 2,30 = 35,932 cm3











Ralat
Percobaan
ρ balok kayu (gr/cm3)
Selisih (gr/cm3)
Penyimpangan (gr/cm3)
1
0,641
0,000
0,000
2
0,639
-0,002
0,002
3
0,644
+0,003
0,003
Rata-rata
0,641
0
0,0017

Ralat nisbi = 




Keseksamaan = 100% - 0,26 % = 99,74 %
Hasil Akhir = (0,641 ± 0,0017) gr/cm3






























Ralat


Percobaan
ρ balok marmer (gr/cm3)
Selisih (gr/cm3)
Penyimpangan (gr/cm3)
1
2,709
+0,001
0,001
2
2,706
-0,002
0,002
3
2,709
+0,001
0,001
Rata-rata
2,708
0
0,0013


Ralat nisbi =





Keseksamaan = 100% - 0,049% = 99,951 %
Hasil Akhir = (2,708 ± 0,0013) gr/cm3



Pertanyaan:
1. Mengapa dilakukan sejumlah pembacaan untuk tiap dimensi?
2. Apakah ketelitian hasil percobaan tergantung pada jumlah air yang digunakan?

Jawab:
1. Karena selain bahan penelitian meliliki tekstur yang sudah tidak rata sehingga menjadikan bahan tidak memiliki hasil perhitungan yang sama, juga bertujuan mendapatkan hasil yang benar-benar teliti karena di dalam ilmu fisika selisih pada tiap dimensi sangat mempengaruhi perhitungan sehingga tidak dapat diabaikan.

2. Ketelitian hasil percobaan tidak tergantung pada jumlah air yang digunakan, tapi lebih tergantung pada ketelitian praktikan dalam melakukan percobaan dan juga pada alat-alat yang digunakan yang digunakan dalam percobaan tersebut. Maksudnya apakah alat yang digunakan sudah rusak atau sudah terlalu tua, dan sebagainya.

Kesimpulan
Setelah melakukan percobaan M5 dengan cara pertama menggunakan balok kayu dengan cara kedua menggunakan balok marmer maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa :
Ø Ketelitian dalam melakukan percobaan ini tidak tergantung pada jumlah air yang kita gunakan tapi lebih tergantung pada ketelitian praktikan, keadaaan alat-alat, dan lingkungan sekitarnya.

Ø Kerapatan suatu benda dapat ditentukan oleh massa benda, panjang, lebar dan ketebalan benda yang digunakan. Dalam percobaan ini, batu marmer memiliki kerapatan yang lebih besar dari pada balok kayu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar